Tentara Israel Tewas di Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata yang Masih Rawan

- Senin, 27 April 2026 | 05:30 WIB
Tentara Israel Tewas di Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata yang Masih Rawan

Militer Israel mengonfirmasi seorang tentaranya tewas di Lebanon selatan. Kejadian ini terjadi di tengah masa gencatan senjata yang sudah berlangsung sejak pertengahan April. Beberapa tentara lain juga dikabarkan luka-luka.

Menurut laporan yang beredar, Senin (27/4/2026), korban meninggal adalah Sersan Idan Fooks, baru berusia 19 tahun. Ia gugur seperti pernyataan resmi militer "selama pertempuran" di wilayah selatan Lebanon. Nah, soal korban luka, ada seorang perwira dan tiga tentara lainnya mengalami luka parah. Selain itu, satu tentara luka sedang, dan satu lagi luka ringan.

Gencatan senjata yang baru saja diperpanjang ini punya aturan main yang agak longgar. Israel, berdasarkan ketentuan itu, punya hak untuk membalas "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung". Dan faktanya, hampir setiap hari Israel menyerang target-target yang mereka sebut sebagai milik Hizbullah di Lebanon selatan. Jadi, situasinya masih panas, walau namanya gencatan senjata.

14 Orang Tewas Kena Serangan Israel

Sebelum insiden itu, ada kejadian lain yang tak kalah memilukan. Media resmi Lebanon memberitakan, militer Israel mulai menggempur wilayah selatan negara itu. Aksi ini dilakukan setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi berbeda. Ironisnya, serangan ini terjadi meskipun ada kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran.

Kantor Berita Nasional Lebanon, yang dikelola pemerintah, melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan serangan di Kfar Tibnit salah satu daerah yang masuk dalam daftar peringatan evakuasi. Laporan itu juga menyebutkan adanya korban jiwa, meski belum dirinci saat itu.

Baru setelahnya, Kementerian Kesehatan Lebanon mengeluarkan angka pasti. Total 14 orang tewas dalam serangan tersebut. Dari jumlah itu, termasuk dua wanita dan dua anak-anak. Selain korban meninggal, ada 37 orang lainnya yang menderita luka-luka. Suasana pasti mencekam di sana.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar