"Ingin memanfaatkan bonus demografi agar tidak menjadi bencana demografi, tapi saat ada keluhan biaya kuliah yang tinggi mahasiswa dan masyarakat seolah ingin lepas tangan," ujar dia.
Di Indonesia, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi relatif rendah.
Berdasarkan data BPS tahun 2023, Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Indonesia masih 31,45 persen.
Angka ini tertinggal dari Malaysia 43 persen, Thailand 49 persen, Singapura 91 persen.
"Salah satu kendala faktor pemicu rendahnya angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia adalah karena persoalan biaya," kata dia lagi.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi
Prancis Resmi Tarik Seluruh Cadangan Emas dari New York ke Paris
Gubernur DKI Siapkan Beasiswa LPDP Khusus untuk Anak Betawi Berprestasi