Sebab, meski tidak termasuk wajib belajar, di masa kini lulusan sarjana yang paling banyak dicari di industri.
Menurut Fahmy, perlu ada pengkajian ulang terkait pembagian dari alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan.
"Kita perlu pastikan pendidikan tinggi memiliki pertumbuhan secara kualitas juga. jadi, kita harus pastikan dan awasi 20 persen anggaran untuk pendidikan sudah efektif dan efisien berjalan atau belum," kata dia lagi.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
KAI Commuter Luncurkan Kereta Petani dan Pedagang, Cuma Rp3.000
Anindya Bakrie Soroti Ledakan Film Lokal, Sebut Jumbo dan Agak Laen Bukti Potensi Besar Industri Kreatif
BNI Kantongi Penghargaan ESG, Portofolio Hijau Tembus Rp192 Triliun
Daikin Amankan Sertifikasi SNI Terbaru, Pacu Ekspansi Pasar Domestik