Kebakaran Sandakan Hanguskan Ratusan Rumah, 13 WNI Selamat dan Ditampung

- Selasa, 21 April 2026 | 16:30 WIB
Kebakaran Sandakan Hanguskan Ratusan Rumah, 13 WNI Selamat dan Ditampung

Kebakaran Hebat di Sandakan, 13 WNI Terdampak

Kebakaran besar melanda kawasan permukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Minggu lalu. Api yang berkobar hebat itu tak pandang bulu, menghanguskan hampir seribu rumah. Dari situasi mencekam itu, Kementerian Luar Negeri kita mencatat ada 13 Warga Negara Indonesia yang ikut terdampak.

Lantas, bagaimana kondisi mereka sekarang?

Menurut Heni Hamidah, Direktur Pelindungan WNI Kemlu, semua WNI dalam keadaan selamat. "Dari hasil peninjauan di lapangan dan pendataan yang dilakukan oleh KJRI KK bersama dengan otoritas setempat dan melibatkan para tokoh warga, diperoleh data awal sejumlah 13 orang WNI yang terdampam dalam kejadian ini," jelas Heni dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Ia memastikan, para WNI tersebut saat ini ditampung di beberapa lokasi. Mereka berbagi tempat dengan korban lain di enam titik penampungan sementara yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan.

Di sisi lain, skala kerusakannya benar-benar masif. Heni melaporkan, dari sekitar 1.200 unit rumah di kawasan itu, hampir 1.000 di antaranya ludes dilalap si jago merah. Suasana pasti kacau balau saat kejadian.

Namun begitu, ada kabar baik di tengah musibah ini: tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Memang ada sejumlah warga yang mengalami luka-luka, tapi itu sifatnya ringan. Mereka cedera saat berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah yang sudah mulai dimakan api. Dan yang penting, mereka sudah mendapat pertolongan medis.

KJRI Kota Kinabalu, menurut Heni, tak akan berhenti memantau. Mereka akan terus berkoordinasi ketat dengan pihak berwenang setempat. Tujuannya jelas: melakukan pendataan ulang yang lebih akurat dan memastikan langkah-langkah perlindungan yang dibutuhkan para WNI kita terpenuhi dengan baik.

Jadi, meski terdampak, kondisi para WNI relatif aman. Proses pendampingan dan pemulihan pun terus berjalan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar