Jadi, kalau ada yang khawatir, Kemhan meyakinkan bahwa setiap potensi kerja sama bahkan yang masih sekadar wacana akan selalu mengedepankan kedaulatan NKRI. Kepentingan nasional dan kepatuhan pada hukum, baik nasional maupun internasional, jadi kompas utamanya. Setiap langkah ke depan akan diambil dengan hati-hati, terukur, dan tentu melalui jalur resmi pemerintah.
Di sisi lain, dinamika hubungan pertahanan kedua negara memang sedang hangat. Beberapa hari sebelum klarifikasi ini keluar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah lebih dulu terbang ke Washington DC.
Delegasinya bertemu dengan Secretary of War AS, Pete Hegseth, di Pentagon. Pertemuan pada Senin itu secara umum membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang pertahanan.
Dari pertemuan itu, muncul titik terang. Kedua pihak sepakat untuk menghidupkan kembali dan memperkuat program International Military Education and Training (IMET). Fokusnya pada peningkatan kapasitas dan investasi SDM, termasuk untuk pasukan khusus.
Tak cuma itu, pertemuan tersebut juga menghasilkan sebuah kesepakatan yang lebih besar. Indonesia dan Amerika Serikat meresmikan peningkatan status kerja sama pertahanan mereka menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).
MDCP ini diharapkan bisa jadi kerangka strategis baru. Di dalamnya, kedua negara akan menggali berbagai inisiatif bersama. Mulai dari pengembangan kapasitas, transfer teknologi pertahanan mutakhir, sampai peningkatan kesiapan operasional dan pendidikan militer. Intinya, hubungan pertahanan kedua negara sedang naik level.
Jadi, ada dua hal yang berjalan paralel di sini. Di satu sisi, ada usulan teknis dari AS yang masih ditimbang matang-matang oleh Indonesia. Di sisi lain, hubungan strategis keduanya justru semakin menguat dengan payung kemitraan yang baru. Semuanya, menurut Kemhan, akan tetap mengacu pada satu hal: kedaulatan Indonesia yang tidak bisa ditawar.
Artikel Terkait
IMF Peringatkan Resesi Global Ancam Ekonomi Dunia Akibat Perang Iran
Menteri Haji: Persiapan Layanan Haji 2026 Capai 100 Persen
CEO TotalEnergies Usulkan Sistem Tol di Selat Hormuz untuk Jaga Pasokan Global
Wall Street Catat Laba Kuartal I 2026 yang Kuat, CEO Tetap Waspadai Risiko Global