“Jadi bagi saya, semua ini ada konteksnya. Saya meyakini dalam pertemuan itu kalau yang nonton langsung dengarkan peristiwa ini dari awal sampai akhir, nggak ada itu upaya Prof Saiful Mujani untuk melakukan tindakan anarkis berujung makar,”
papar Feri.
Yang menarik, Feri justru melihat pernyataan kontroversial itu sebagai bentuk kecintaan terhadap negara. Ia menilai Saiful sedang menyampaikan pandangan yang dilandasi nilai patriotisme yang ia pegang teguh.
“Dia bicara soal kecintaannya kepada Republik. Nilai patriotisme dia sendiri yang dia pahami dia yakini,”
tutupnya.
Nah, jadi begitu. Polemik ini sepertinya belum akan berakhir cepat, tapi setidaknya ada sudut pandang hukum yang mencoba menjernihkan keruh.
Artikel Terkait
Gadis 14 Tahun Lolos SNBP ke Farmasi Unair Tanpa Jalur Akselerasi
Borneo FC Siap Hadapi Tujuh Laga Final untuk Kejar Persib di Puncak Klasemen
Gubernur DKI Pasang CCTV di Seluruh JPO untuk Tangkal Pencurian Besi
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta