“Kalau pati (perwira tinggi) dia agak bisa beradaptasi. Kalau pamen (perwira menengah) setengah beradaptasi. Kalau pama (perwira pertama) sangat sensitif. Dan itu otomatis.”
Dia menegaskan kembali tugas pokok TNI: menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah, dan melindungi bangsa. Implikasinya jelas. “Pemerintah atau presiden dalam hal ini lambang negara tidak boleh turun apabila direncanakan atau diniatkan di luar aturan,” tegas Soleman.
Pernyataan yang memicu polemik ini berasal dari sebuah video viral. Di dalamnya, Saiful Mujani menyinggung soal pemakzulan.
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impeachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini: bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo? Hanya itu,” kata pendiri SMRC itu.
Menanggapi laporan yang menimpanya, Saiful bersikap terbuka. “Monggo, itu sah,” katanya saat dihubungi Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, Guru Besar UIN Jakarta ini punya pendapat lain. Baginya, seharusnya opini dilawan dengan opini, bukan dengan melibatkan aparat.
“Yang ideal, opini dan sikap dibalas dengan opini dan sikap juga. Gak usah bawa-bawa negara,” pungkas Saiful.
Artikel Terkait
Gadis 14 Tahun Lolos SNBP ke Farmasi Unair Tanpa Jalur Akselerasi
Borneo FC Siap Hadapi Tujuh Laga Final untuk Kejar Persib di Puncak Klasemen
Gubernur DKI Pasang CCTV di Seluruh JPO untuk Tangkal Pencurian Besi
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta