Pakistan sendiri tak tinggal diam. Mereka secara terbuka mengutuk serangan rudal dan drone pekan lalu itu. Pemerintah Islamabad menyebutnya sebagai “eskalasi berbahaya” yang berpotensi merusak perdamaian di kawasan.
Menariknya, sebelumnya Iran justru menyambut baik perjanjian pertahanan antara Saudi dan Pakistan. Tapi tampaknya, sambutan hangat itu kini memudar setelah aksi-aksi militer belakangan ini.
Di sisi lain, laporan-laporan keuangan mengungkap dimensi lain dari hubungan ini. Islamabad disebut-sebut akan mendapat bantuan keuangan sekitar 5 miliar dolar AS dari Riyadh dan Doha. Bantuan ini datang tepat saat Pakistan bersiap menunaikan komitmen pembayaran utang yang besar.
Beban itu nyata. Negeri itu harus melunasi pembayaran sekitar 3,5 miliar dolar AS kepada Uni Emirat Arab pada akhir bulan ini. Tak heran jika kemudian Islamabad juga memohon bantuan lebih lanjut dari Saudi, termasuk perpanjangan fasilitas pembiayaan minyak yang hampir habis masa berlakunya.
Jadi, selain soal keamanan, ada pula benang merah ekonomi yang mengikat dua sekutu ini. Semuanya berjalan beriringan di tengah situasi Teluk yang semakin bergejolak.
Artikel Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen
Menteri Haji Tegaskan Negosiasi Tarif Penerbangan 2026, Batasi Kenaikan Rp1,7 Triliun
Bank Mega Syariah Raup Dana Rp709 Miliar dan 5.600 Rekening Baru di Ramadan 2026