Penangkapan P ternyata bukan akhir, melainkan pintu masuk ke jaringan yang lebih besar. Polisi lalu melakukan pengembangan. Hasilnya, mereka meringkus D, yang disebut-sebut sebagai otak yang mengendalikan P. Tak hanya itu, D juga diduga mengoperasikan pabriknya dari luar kota.
Di kediaman D, polisi menemukan sesuatu yang mencengangkan. Sebuah gudang biasa disulap menjadi laboratorium produksi narkotika yang cukup lengkap. Dari tempat itulah, petugas menyita 186.000 butir tablet Zenith yang sudah siap diedarkan. Yang lebih mengerikan lagi, mereka juga menemukan tumpukan bahan baku prekursor seberat 1,83 ton bahan yang siap dicetak menjadi jutaan butir obat terlarang baru.
Budi Hermanto menegaskan arti penting pengungkapan ini. Menurutnya, dengan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith, operasi ini telah menyelamatkan nyawa.
"Ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa. Mereka terhindar dari risiko kerusakan saraf permanen, bahkan kematian," pungkasnya.
Artikel Terkait
Gadis 14 Tahun Lolos SNBP ke Farmasi Unair Tanpa Jalur Akselerasi
Borneo FC Siap Hadapi Tujuh Laga Final untuk Kejar Persib di Puncak Klasemen
Gubernur DKI Pasang CCTV di Seluruh JPO untuk Tangkal Pencurian Besi
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta