Perkembangan kendaraan listrik di Sulawesi Selatan masih berjalan lambat. Bisa dibilang, antusiasme masyarakat belum benar-benar terlihat. Ada beberapa alasan mendasar yang membuat kondisi ini terjadi.
Yang paling utama, infrastruktur pendukungnya masih sangat minim. Stasiun pengisian listrik umum atau yang biasa disebut SPKLU jumlahnya terbatas dan sebarannya belum merata. Hal ini diakui oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman.
"Mungkin orang juga berpikir, kalau kita punya semua kendaraan listrik berpikirki pakai ke luar kota, habis baterai menderita kita," ujar Jufri, Selasa lalu.
Kekhawatiran macam itu wajar saja. Meski beberapa titik SPKLU sudah berdiri, terutama di fasilitas PLN, jumlahnya jelas belum memadai. Rasa was-was kehabisan daya di tengah perjalanan jauh masih menghantui calon pengguna.
Artikel Terkait
Gadis 14 Tahun Lolos SNBP ke Farmasi Unair Tanpa Jalur Akselerasi
Borneo FC Siap Hadapi Tujuh Laga Final untuk Kejar Persib di Puncak Klasemen
Gubernur DKI Pasang CCTV di Seluruh JPO untuk Tangkal Pencurian Besi
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta