Kronologi dan Tanggapan Petugas
Ceritanya begini. Video yang beredar luas lewat akun @kabarungaran itu menunjukkan adegan yang cukup mencemaskan. Si kecil menangis tak henti di Puncak Bondolan, sebelum akhirnya petugas sigap menyelimutinya dan berusaha menenangkannya. Tim SAR lalu menggendongnya turun.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, keluarga tersebut ayah, ibu, dan anak tiba di puncak sekitar pukul dua siang. Cuaca tiba-tiba berubah. Hujan deras mengguyur, suhu pun terjun bebas. Tubuh balita berinisial L itu tidak bisa beradaptasi, hingga akhirnya menunjukkan gejala hipotermia.
Kabar baiknya, kata Bergas, balita itu sudah ditangani dan kini dalam keadaan selamat. Dia sudah dibawa pulang oleh orang tuanya. Meski begitu, kejadian ini meninggalkan tanda tanya besar tentang kesadaran akan risiko dan batasan dalam membawa anak ke alam terbuka.
Artikel Terkait
Trump Ancam Kuba, Presiden Diaz-Canel Siapkan Perlawanan
Ekonomi Singapura Melambat di Kuartal I 2026, Konflik Timur Tengah Jadi Ancaman
Putin dan Prabowo Pererat Kerja Sama Strategis Rusia-Indonesia di Kremlin
Kebakaran Rumah Kos di Kemayoran Tewaskan Satu Orang