BYD Kuasai Lebih dari 60% Pasar Mobil Listrik Indonesia di Awal 2026

- Senin, 13 April 2026 | 15:15 WIB
BYD Kuasai Lebih dari 60% Pasar Mobil Listrik Indonesia di Awal 2026

Yang disebut terakhir, Sealion 7 Extended, diposisikan sebagai SUV listrik premium. Baterainya berkapasitas besar, 91,39 kWh, dengan klaim jarak tempuh hingga 650 kilometer menurut standar NEDC naik sekitar 83 km dari varian sebelumnya. Harganya Rp859 juta untuk wilayah Jabodetabek.

SUV ini juga menawarkan bagasi 500 liter dan pilihan warna baru, Parkour Red, yang dipadukan dengan interior hitam untuk kesan yang lebih dinamis dan mewah.

Sementara itu, adiknya, ATTO 3 Advanced Plus, masuk di segmen medium SUV dengan harga lebih terjangkau, Rp415 juta. Mobil ini dirancang untuk mobilitas urban dengan jarak tempuh hingga 410 kilometer, didukung baterai 49,92 kWh.

Fitur-fiturnya cukup lengkap untuk kelasnya. Ada layar sentuh raksasa 15,6 inci, panoramic sunroof, wireless charger, sampai sistem keselamatan canggih seperti Adaptive Cruise Control dan Automatic Emergency Braking. Respons pengunjung IIMS pun positif, lebih dari 60 orang langsung mencobanya di sesi test drive.

Dominasi BYD di pasar listrik Indonesia sebenarnya sudah terbentuk sejak lama. Sepanjang 2025 lalu, mereka membukukan penjualan fantastis: lebih dari 54.000 unit. Pangsa pasarnya waktu itu sekitar 52 persen, mengukuhkannya sebagai pemimpin pasar.

Kini, portofolio mereka di Tanah Air makin beragam. Mulai dari ATTO 1, ATTO 3, Dolphin, Seal, Sealion 7, sampai M6. Semuanya dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan, dari harian sampai perjalanan antar kota.

Tak hanya di sini, performa global BYD juga luar biasa. Di tahun 2025, mereka menjual lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru. Yang menarik, untuk pertama kalinya ekspor mereka tembus 1 juta unit, menyebar ke lebih dari 119 negara.

Ke depan, dengan terus memperluas jaringan, memperkuat teknologi, dan menghadirkan model-model baru, BYD bertekad untuk tak hanya mempertahankan posisinya. Mereka juga ingin mendorong ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia agar tumbuh lebih cepat lagi.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar