Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya buntu. Presiden Donald Trump, melalui akun Truth Social-nya pada Minggu (12/4/2026), dengan tegas menyatakan bahwa Iran takkan pernah diperbolehkan memiliki senjata nuklir. Poin inilah yang menjadi jalan buntu setelah pembicaraan maraton.
Menurut Trump, perundingan yang digelar di Islamabad, Pakistan, itu berlangsung sangat lama lebih dari 20 jam. Untuk urusan ini, dia mengirim tiga orang kepercayaannya: Wakil Presiden JD Vance, Utusan Khusus Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner. Ketiganya telah memberikan penjelasan lengkap kepada Trump sepulangnya.
"Saya bisa jelaskan detailnya, bahas banyak hal yang sudah dicapai," tulis Trump. "Tapi intinya cuma satu: Iran nggak mau lepas ambisi nuklir mereka."
Dia mengaku tak percaya untuk menyerahkan kekuatan nuklir kepada rezim yang dianggapnya "sulit dan tidak bisa ditebak". Meski banyak poin lain yang disepakati, soal nuklir tetap jadi batu sandungan terbesar. Trump menyebut para negosiator Iran seperti Mohammad Bagher Ghalibaf dan yang lain bersikap sangat keras kepala.
Di sisi lain, isu lain yang juga memanas adalah Selat Hormuz. Trump dengan keras menolak rencana Teheran untuk memungut biaya bagi kapal-kapal yang melintas. Baginya, itu bukan sekadar kebijakan, melainkan "pemerasan global" belaka.
Artikel Terkait
Korea Utara Uji Coba Senjata Elektromagnetik dan Bom Serat Karbon dalam Ketegangan dengan Seoul
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen