Pemerintah Targetkan Program B50 Dimulai Juli 2026, Kesiapan Industri Dipertanyakan

- Minggu, 12 April 2026 | 07:20 WIB
Pemerintah Targetkan Program B50 Dimulai Juli 2026, Kesiapan Industri Dipertanyakan

Namun begitu, bukan berarti jalan menuju B50 mulus-mulus saja. Ada tantangan nyata yang diakui oleh Bahlil sendiri, yaitu soal kapasitas produksi biodiesel nasional yang dinilai belum sepenuhnya mencukupi. Ini persis seperti kekhawatiran yang selama ini digaungkan oleh sejumlah pelaku industri.

Tapi Menteri Bahlil tampaknya optimis. Dia memastikan bahwa solusi untuk masalah tersebut sudah ditemukan. “Kita terus melakukan penyelesaian. Tapi insya Allah sudah ada solusi kok,” katanya dengan nada meyakinkan.

Di sisi lain, kekhawatiran dari industri justru datang lebih dulu. Ernest Gunawan, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), pernah menyatakan bahwa industri biodiesel nasional belum siap untuk lompat ke B50 di tahun 2026. Alasannya praktis: peningkatan campuran itu akan memaksa pabrik menggunakan seluruh kapasitas produksinya, yang bisa berisiko.

Ernest pernah membuat perhitungan. Kebutuhan CPO untuk memproduksi FAME dalam program B50 bisa membengkak sampai 18 juta ton, atau setara dengan 20 juta kiloliter. Sementara itu, fakta di lapangan menunjukkan kapasitas terpasang industri biodiesel saat ini hanya mampu menyerap sekitar 19,56 juta ton CPO. Jaraknya tipis, dan itulah yang membuat banyak pihak menahan napas.

Jadi, meski target Juli 2026 sudah dipasang, perjalanan menuju implementasi penuh B50 masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Antara tekad pemerintah dan kesiapan industri, harus ditemukan titik temu yang tepat.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar