“Kita terus melakukan penyelesaian. Tapi insyaallah sudah ada solusi kok,” katanya singkat, tanpa mau berpanjang lebar merinci detailnya.
Kekhawatiran itu bukannya tanpa alasan. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal APROBI, Ernest Gunawan, sudah menyuarakan hal serupa. Menurut penilaian asosiasinya, industri biodiesel nasional belum siap untuk lompat ke B50 di tahun 2026.
Alasannya, peningkatan campuran itu akan memaksa pabrik menggunakan seluruh kapasitas produksi yang ada. Hitung-hitungannya, kebutuhan CPO untuk memproduksi FAME dalam program B50 bisa menyentuh 18 juta ton. Sementara, kapasitas terpasang yang ada sekarang cuma bisa menyerap 19,56 juta ton CPO. Jaraknya tipis, sangat mepet.
Jadi, meski progres uji coba terlihat cukup menggembirakan, tantangan di hulu produksi masih menunggu untuk diselesaikan. Pemerintah tampaknya harus bekerja ekstra keras agar target Juli 2026 itu benar-benar bisa terealisasi.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Klaim Video Tuding JK Didanai Roy Suryo adalah Rekayasa AI
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Diduga Terlibat Pemerasan
Survei Internasional: Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN
Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Putin di Rusia Besok, Bahas Energi dan Geopolitik