Rismon Sianipar Klaim Video Tuding JK Didanai Roy Suryo adalah Rekayasa AI

- Sabtu, 11 April 2026 | 17:50 WIB
Rismon Sianipar Klaim Video Tuding JK Didanai Roy Suryo adalah Rekayasa AI

JAKARTA Rismon Sianipar, seorang pakar digital forensik, kini berada di pusat kontroversi. Ia memberikan tanggapan terkait laporan polisi yang dilayangkan oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Laporan itu menyusul pernyataan Rismon yang dituding menuding JK mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan dalam isu seputar ijazah Presiden Joko Widodo.

Menariknya, Rismon bersikukuh bahwa semua ini berawal dari sebuah video buatan kecerdasan artifisial. Bukan karyanya.

"Video sintesis berbasis artificial intelligence atau kecerdasan buatan ya,"

Begitu penjelasan Rismon, seperti yang terekam di kanal YouTube Balige Academy, Sabtu lalu (11/4/2026).

Dia lalu membeberkan kronologinya. Rupanya, ada video asli yang diunggah di kanal miliknya pada 11 Maret 2026. Video itu berisi klarifikasi ilmiahnya mengenai kajian ijazah Jokowi. Namun, video tersebut katanya kemudian diolah ulang. Direkayasa dengan teknologi AI yang kini marak, sehingga muatannya berubah total.

"Yang selanjutnya mereka rekayasa menjadi video yang menyebutkan seorang elite di republik ini ya, dengan nama spesifik, dengan jumlah dana spesifik," ujarnya.

Bagi Rismon, ini justru jadi bukti pembelaan. Jejak digital video asli itu, menurutnya, tak terbantahkan.

"Jadi, ini merupakan bukti autentik bahwa bukan saya ya yang memproduksi video tersebut," tegasnya.

Di sisi lain, Jusuf Kalla sudah lebih dulu melangkah ke Bareskrim Polri. Laporannya resmi dibuat pada Rabu (8/4/2026). JK merasa dirugikan oleh tuduhan bahwa ia mendanai pengusutan ijazah palsu Jokowi.

"Saya melaporkan saudara Rismon Sianipar atas perbuatannya yang saya anggap merugikan saya karena mengatakan saya ini mendanai kawan-kawan untuk ijazah Pak Jokowi dan itu jelas tidak saya lakukan itu,"

JK mengaku tak terima. Baginya, ini adalah penghinaan. Apalagi, ia dan Jokowi pernah bekerja sama dalam pemerintahan selama satu periode penuh. Rasanya tak masuk akal dan sangat tidak etis.

"Pertama ini tersebar luas ini suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya. Bang Jokowi itu bekas presiden dan saya wakilnya bersama-sama di pemerintahan selama 5 tahun, masa saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidikinya," kata JK dengan nada kesal.

Nah, di tengah saling klaim ini, publik pun menunggu perkembangan lebih lanjut. Kasus ini menyoroti betapa rapuhnya ruang digital kita, di mana sebuah video bisa dimanipulasi dan memicu konflik nyata.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar