Asap tebal masih mengepul dari kawasan Pademangan, Jakarta Utara, pagi ini. Sebuah lapak barang bekas dilalap si jago merah. Kejadiannya sekitar pukul 10.40 WIB tadi. Sudah pasti, suasana jadi riuh rendah.
Petugas damkar langsung bergerak cepat begitu mendapat laporan. Mereka bergegas menuju lokasi kejadian untuk mengatasi kobaran api yang sudah terlanjur membesar.
Kasiops Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, memberikan konfirmasinya kepada awak media.
“Objek yang terbakar lapak, tempat pengepul barang-barang bekas. Luasnya kira-kira 120 meter persegi,” ujar Gatot, Selasa (20/1/2026).
Menurut sejumlah saksi di lokasi, awal mula musibah ini terlihat dari percikan api yang tiba-tiba muncul dari tumpukan rongsokan. Angin saat itu bertiup cukup kencang, membuat api dengan cepat menjalar ke lapak-lapak lain di sekitarnya. Dalam sekejap, kobaran sudah sulit dikendalikan.
Penyebabnya diduga kuat adalah korsleting listrik. “Dari colokan listrik,” jelas Gatot lebih lanjut. Percikan itu kemudian membakar tumpukan barang bekas yang mudah terbakar, dan situasinya langsung berubah mencekam.
Untuk mengatasi kebakaran yang cukup luas ini, tidak tanggung-tanggung upaya yang dikerahkan. Sebanyak 16 unit kendaraan pemadam beserta 85 personel turun langsung ke lokasi. Mereka bekerja keras memadamkan titik-titik api yang masih menyala.
Proses pemadaman akhirnya berhasil dilakukan. Meski sempat sulit, situasi bisa dikendalikan.
“Pemadaman berhasil dilaksanakan dengan aman dan terkendali. Kami menyelesaikannya sekitar pukul 12.00 WIB,” tutur Gatot menambahkan.
Sekarang, aktivitas di lokasi mulai tenang. Puing-puing bekas kebakaran tinggal menunggu untuk dibersihkan, meninggalkan kesan pilu bagi pemilik lapak.
Artikel Terkait
54 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL Dirawat di RSUD Bekasi, 3 Tewas
Polisi Bongkar Ladang Ganja 20 Hektar di Sumsel, Bandar Ditangkap dan 220 Kg Ganja Disita
Tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, Dipicu Taksi Tertemper di Perlintasan
KAI Daop 8 Surabaya Batalkan Tiga Perjalanan Kereta Jarak Jauh Akibat Dampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur