Tapi jangan khawatir. Memasuki Maret, semuanya berubah. Momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran seperti menyulut kembali gairah berwisata. Pergerakan wisatawan nusantara pun menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.
Buktinya? Selama masa libur dan cuti bersama yang panjang, dari 13 hingga 29 Maret 2026, terjadi lonjakan yang cukup fantastis. Kementerian Perhubungan mencatat, perjalanan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan. Itu artinya tumbuh hampir 19 persen dari tahun sebelumnya!
Momentum liburan nasional seperti ini, dalam pandangan Menteri Widiyanti, punya peran ganda. Selain mendorong aktivitas pariwisata, ia juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Pengusaha di sektor pariwisata dan UMKM di berbagai daerah pasti merasakan dampak positifnya.
Secara keseluruhan, Widiyanti optimis. Di tengah dinamika geopolitik global yang serba tidak pasti, sektor pariwisata Indonesia justru menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Hal ini tercermin dari dua sisi: kunjungan wisman yang naik dan perjalanan wisatawan nusantara yang kembali bergairah.
Untuk menjaga momentum ini, pemerintah tak boleh lengah. Widiyanti menegaskan, pemantauan yang cermat dan langkah strategis yang terukur akan terus diperkuat. Tujuannya jelas: bukan cuma mengejar angka, tapi juga meningkatkan daya saing dan kualitas pariwisata kita ke depannya.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman