Di sisi lain, BTN juga tak mau ketinggalan dalam hal digitalisasi. Mereka sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah marketplace properti terkemuka. Salah satu yang disebut adalah Rumah123. Tujuannya jelas: mempercepat pemasaran dan penetrasi pasar.
“Kita kerja sama rumah dengan rumah123. Karena kita pengen ke depannya BTN juga menjadi tempat perdagangan perumahan terbesar dan harus merangkul property online ini,”
jelas Nixon.
Optimisme ini tentu punya dasar. Sepanjang 2025, performa penyaluran kredit perumahan BTN tumbuh solid. Data menunjukkan, KPR Subsidi jadi motor utama dengan pertumbuhan 10% year-on-year. Total nilainya mencapai Rp191,2 triliun, naik dari sebelumnya Rp173,8 triliun.
Segmen KPR Non-Subsidi pun tak kalah. Tumbuh sehat 6,7% yoy, dengan nilai penyaluran mencapai Rp113,0 triliun di akhir Desember 2025. Angka ini meningkat dari Rp106,0 triliun di akhir 2024.
Dengan menggabungkan kekuatan layanan pembiayaan dan pemasaran digital, BTN percaya diri bisa menjawab tingginya kebutuhan rumah di Indonesia. Sekaligus, mereka ingin memperkuat posisi sebagai platform perdagangan properti terbesar di tanah air. Ambisi yang cukup jelas, dan langkah-langkah konkretnya mulai terlihat.
Artikel Terkait
Survei BI: Keyakinan Konsumen Masih Optimis Meski IKK Maret 2026 Turun Tipis
SpaceX Catat Kerugian Rp85 Triliun di Tengah Persiapan IPO
Pemprov Kalteng Terapkan Sistem Kerja Fleksibel 4 Hari Kantor, 1 Hari WFH bagi ASN
Prabowo Disambut Kawanan Elang Muda TNI AU dalam Penerbangan ke Magelang