Istana menyambut positif langkah Iran dan Amerika Serikat yang sepakat gencatan senjata. Kesepakatan itu akan berlangsung selama dua pekan. Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, upaya apa pun untuk meredakan ketegangan patut diapresiasi.
"Ya, seperti tadi kami sampaikan, segala upaya menurunkan eskalasi pastilah kita sambut baik," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu lalu.
Dia melanjutkan dengan penjelasan yang cukup gamblang. Di dunia yang saling terhubung sekarang ini, kata dia, peristiwa di belahan bumi lain tetap punya pengaruh. Meski jaraknya jauh dari Indonesia, dampaknya bisa saja terasa di dalam negeri. Itu sebabnya situasi global selalu jadi perhatian.
Sebelum pernyataan Istana, pemerintah sebenarnya sudah lebih dulu angkat bicara. Lewat Kementerian Luar Negeri, Indonesia mendukung kesepakatan yang selain menghentikan konflik juga akan membuka kembali jalur Selat Hormuz untuk sementara. Dua minggu ini dianggap sebagai masa jeda bagi proses negosiasi damai.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, melihat ada secercah harapan di sini. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang bertikai masih mau membuka pintu diplomasi.
Artikel Terkait
Harga Minyak Goreng dan Beras Naik, Cabai dan Telur Turun pada Kamis (9/4)
Iran Tuduh AS Langgar Poin-Poin Gencatan Senjata, Negosiasi Diambang Kegagalan
Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman Meski Selat Hormuz Tegang
Pemerintah Siapkan Implementasi B50 Mulai Juli 2026, Proyeksi Hemat Subsidi Rp48 Triliun