"Alhamdulillah fiskal kita masih masih cukup aman walaupun terjadi kenaikan harga minyak," katanya.
Lalu bagaimana dengan isu pergantian kabinet yang juga ramai dibicarakan? Prasetyo kembali menepisnya. Menurutnya, evaluasi kinerja para menteri memang berjalan terus-menerus. Hanya saja, proses rutin itu tidak serta-merta berakhir dengan reshuffle.
"Ya dalam berbagai kesempatan selalu kami sampaikan bahwa kalau pertanyaannya apakah ada evaluasi terhadap kinerja kabinet, terhadap kementerian-kementerian, tentu itu setiap saat, setiap hari, setiap waktu tentu terjadi evaluasi," jelasnya.
Jadi, untuk saat ini, semuanya masih dalam tahap pembahasan. Baik soal penghematan gaji pejabat maupun kemungkinan perubahan susunan kabinet. Pemerintah tampaknya masih menimbang-nimbang, mengamati situasi, sebelum akhirnya memutuskan langkah yang paling tepat.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Implementasi B50 Mulai Juli 2026, Proyeksi Hemat Subsidi Rp48 Triliun
Groundbreaking Pabrik Melamin Pertama Indonesia Senilai Rp10,2 Triliun Digelar Pekan Depan di Gresik
Menko Airlangga: Ekonomi Kuartal I-2026 Tumbuh 5,5%, Penerimaan Pajak Naik 14,3%
Pabrik Melamin Terbesar di Indonesia Dibangun di KEK Gresik dengan Investasi Rp10,2 Triliun