Program ini sendiri dibuka sejak pertengahan Februari lalu, tepatnya tanggal 11, untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April. Kuotanya ludes lebih cepat dari rencana, sehingga penjualan diskon resmi dihentikan pada 3 April.
Kalau dilihat dari penjualan tiket nasional PELNI secara umum, angkanya juga naik. Hingga 4 April, tercatat 487.905 tiket terjual. Naik sekitar 101,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 479.133 tiket.
Memang, arus balik mulai terasa berkurang. Namun begitu, PELNI memastikan layanan mereka akan tetap berjalan optimal sampai periode Angkutan Lebaran benar-benar berakhir, yaitu pada 6 April 2026 nanti.
(Wahyu Dwi Anggoro)
Artikel Terkait
Ahli Serukan Penggunaan BBM Bijak sebagai Tanggapan Krisis Geopolitik dan Iklim
Libur Paskah Dongkrak Omzet Sewa Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta
Industri Plastik Berinovasi Cari Formula Baru Imbas Gangguan Pasokan Global
Pemerintah dan KJRI Jeddah Ingatkan Waspada Modus Haji Ilegal