Stadion Hill Dickinson sepi di penghujung laga. Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin berharga dari markas Everton, Minggu dini hari tadi, lewat skor tipis 1-0. Viktor Gyokeres, sang eksekutor andalan, menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak gol tunggal lewat titik putih.
Kemenangan ini langsung melesatkan The Gunners ke puncak klasemen dengan 39 poin. Situasi yang jauh berbeda dirasakan Everton. Mereka terpaku di posisi kesepuluh dengan koleksi 24 poin, setelah gagal memberikan perlawanan berarti di kandang sendiri.
Pertandingan sendiri berjalan cukup alot. Babak pertama diwarnai permainan hati-hati dari kedua kubu. Peluang berbahaya bisa dihitung jari. Arsenal, yang menguasai bola 65 persen, kesulitan menembus pertahanan rapat Everton. Sebaliknya, tuan rumah nyaris tak punya gigi di sepertiga akhir lapangan.
Momen krusial justru datang dari sebuah insiden. Di menit ke-24, sundulan Declan Rice dari sepak pojok mengarah ke Riccardo Calafiori. Upaya sundulan balik bek asal Italia itu melenceng jauh dari gawang.
Namun begitu, keributan terjadi di kotak penalti. Wasit memutuskan untuk mengecek monitor VAR. Setelah melihat ulang, dia menunjuk titik putih. Vitaliy Mykolenko dianggap melakukan handball dengan sengaja.
Gyokeres yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kepercayaan. Tendangannya yang keras dan mengarah ke sudut menggetarkan jala Jordan Pickford di menit ke-27. 1-0 untuk Arsenal.
Sepanjang babak pertama, Everton bahkan tak sekali pun melepas tembakan. Situasi sedikit membaik di babak kedua. Mereka mulai memberanikan diri menekan.
Di menit 52, protes keras dari pemain dan suporter Everton memecah konsentrasi. Thierno Barry terjatuh di dalam kotak penalti Arsenal setelah duel dengan bek lawan. Tim tuan rumah bersikeras itu adalah pelanggaran. Lagi-lagi, wasit berkonsultasi dengan VAR. Keputusannya? Tidak ada penalti. Suara gemuruh ketidakpuasan langsung memenuhi stadion.
Arsenal sebenarnya punya peluang untuk memperlebar jarak. Sayang, tiang gawang dua kali menjadi penghalang. Leandro Trossard di menit 64 dan Martin Zubimendi lima menit kemudian, sama-sama gagal menaklukkan mistar. Bola membentur kayu dan berhasil diamankan oleh pertahanan Everton yang kalang kabut.
Hingga laga memasuki sepuluh menit terakhir, Everton sudah melepaskan lima tembakan. Hanya satu yang tepat sasaran, dan itu masih bisa ditangani dengan baik oleh David Raya. Arsenal sendiri tampak puas menjaga keunggulan tipis itu.
Enam menit waktu tambahan diberikan. Tapi harapan Everton untuk menyamakan kedudukan tak kunjung jadi kenyataan. Peluit panjang akhirnya berbunyi, mengukuhkan kemenangan 1-0 untuk sang tamu.
Berikut susunan pemain yang turun di laga ini:
Everton: Pickford; O'Brien, Keane, Tarkowski, Mykolenko; Garner, Iroegbunam; McNeil, Alcaraz, Grealish; Barry.
Arsenal: Raya; Timber, Saliba, Hincapie, Calafiori; Odegaard, Zubimendi, Rice; Saka, Gyokeres, Trossard.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Tembus 14 Besar Dunia Usai Jadi Runner-Up Piala Asia
Timnas Indonesia U-17 Hadapi Qatar di Laga Krusial Piala Asia, Siaran Langsung RCTI
Dani Pedrosa Ungkap Casey Stoner Jadi Pemicu Rekonsiliasi dengan Jorge Lorenzo
Cedera Hamstring Alphonso Davies Ancam Ketersediaannya di Piala Dunia 2026