Anggota IV BPK Haerul Saleh Meninggal Dunia Akibat Kebakaran Rumah, Mentan Amran Sampaikan Duka Mendalam

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:15 WIB
Anggota IV BPK Haerul Saleh Meninggal Dunia Akibat Kebakaran Rumah, Mentan Amran Sampaikan Duka Mendalam

Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setelah Anggota IV BPK, Haerul Saleh, meninggal dunia akibat kebakaran yang melanda kediamannya pada Jumat (8/5). Kepergian pria yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan berintegritas tinggi ini meninggalkan kesedihan yang mendalam, tidak hanya bagi institusi tempatnya mengabdi, tetapi juga bagi Kementerian Pertanian, di mana ia sebelumnya menjabat sebagai pejabat tinggi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut hadir melayat dan mengantarkan jenazah almarhum dari RSUD Pasar Minggu. Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menyampaikan rasa duka cita yang tak terhingga. Ia mengenang Haerul Saleh sebagai figur yang sederhana, profesional, dan memiliki dedikasi luar biasa terhadap bangsa dan negara. Almarhum dinilai selalu mengedepankan integritas serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik. Kehilangan ini, menurutnya, menjadi pukulan berat bagi Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat akuntabilitas di sektor publik.

Sementara itu, di sisi lain, pemerintah tengah mengkaji wacana strategis untuk mengonversi tabung gas LPG 3 kg menjadi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan aspek keselamatan, tetapi juga untuk menekan beban subsidi energi yang kian membengkak. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa kajian teknis tengah dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.

Laode menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan keharusan mengganti kompor yang sudah ada. Pasalnya, tabung CNG Tipe 4 yang akan digunakan dirancang dengan sistem “plug and play”, sehingga tetap kompatibel dengan kompor LPG yang beredar di pasaran. Kebijakan ini didorong oleh lonjakan konsumsi LPG yang telah melampaui 7 juta ton per tahun, yang mengakibatkan ketergantungan tinggi pada impor serta membebani subsidi energi dan devisa negara. Dengan memanfaatkan bahan baku CNG dari lapangan migas domestik, pemerintah memperkirakan dapat menghemat subsidi energi sekitar 20 hingga 30 persen. Indonesia bahkan berpotensi menjadi negara pertama di dunia yang memproduksi tabung CNG 3 kg tipe 4 yang ringan dan kuat, sebuah inovasi yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi defisit anggaran subsidi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar