JAKARTA – Sepanjang tahun 2026 ini, Perum Bulog bakal terus menyalurkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan. Tidak ada jeda. Targetnya cukup besar: 828.000 ton untuk seluruh Indonesia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Ia merujuk pada surat penugasan dari Badan Pangan Nasional bernomor 204/TS.03.03/K/2/2026, yang diterbitkan pada 11 Februari lalu.
“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026. Total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” jelas Rizal, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, strategi distribusi tahun ini dirancang agar harga benar-benar bisa dikendalikan. Beras akan dikirim langsung ke pasar-pasar rakyat. Tujuannya satu: agar masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau.
Di sisi lain, jaringan penyaluran juga diperlebar. Bulog menggandeng Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Mereka juga menggelar gerakan pangan murah bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan pemda. Upaya ini intinya untuk bantu warga memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani harga.
Artikel Terkait
Diskon Tiket Kapal Mudik Lebaran 2026 Tembus Target, 467 Ribu Penumpang Terbantu
Kejagung Panggil Jaksa Penuntut Usai Videografer Amsal Divonis Bebas
AS dan Iran Berlomba Temukan Awak F-15 yang Jatuh di Tengah Ketegangan Perang
Gaji CEO BlackRock Larry Fink Melonjak Jadi Rp640 Miliar di 2025