Para pengamat langit mulai ramai membicarakan satu nama: komet MAPS. Fenomena ini diprediksi bakal muncul di awal April 2026. Yang bikin penasaran, pergerakannya mendekati Matahari. Artinya, ada peluang komet ini bakal tampak lebih terang saat melintas. Tentu saja, ini jadi tontonan yang ditunggu-tunggu.
Lantas, apa sebenarnya komet MAPS itu? Kapan tepatnya muncul, dan mungkinkah kita melihatnya dari Bumi? Mari kita kupas satu per satu.
Mengenal Komet MAPS
Secara resmi, benda langit ini bernama C/2026 A1 (MAPS). Menurut laporan EarthSky, ia tergolong sebagai komet sungrazing. Istilah itu merujuk pada komet yang lintasannya nyaris menyentuh Matahari. Nah, komet MAPS diprediksi akan melakukan hal persis itu pada awal April nanti.
Komet jenis ini orbitnya ekstrem membawanya sangat dekat dengan sang Surya. Risikonya? Bisa hancur karena panas yang luar biasa. Tapi di sisi lain, justru itu yang membuatnya menarik untuk dipelajari.
Dari penelusuran StarWalk, komet C/2026 A1 ini termasuk pendatang baru. Ia berasal dari wilayah terluar tata surya dan sekarang sedang meluncur ke arah Matahari dengan lintasan yang cukup dramatis. Tak heran komunitas astronomi ikut menyorotinya.
Dari Mana Asal Namanya?
Penamaannya mengikuti aturan internasional. Huruf C di depannya menandakan bahwa komet ini non-periodik. Maksudnya, orbitnya tidak berulang dalam waktu singkat atau mungkin tidak akan kembali sama sekali.
Angka 2026 adalah tahun penemuannya. Sementara A1 berarti ini adalah komet pertama yang ditemukan pada paruh pertama bulan Januari tahun itu. Lalu, dari mana kata "MAPS" muncul? Itu merujuk pada sistem atau proyek pemantauan yang berhasil mendeteksinya pertama kali.
Artikel Terkait
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah
Truk TNI Angkut Siswa SD Terlibat Kecelakaan Maut di Kalideres, Satu Tewas