murianetwork.com - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, mengungkapkan kekecewaannya.
Capres Anies Baswedan sinis menanggapi pengolahan dan ketepatan sasaran perihal dana anggaran selama ini.
Yang menjadi perhatian publik tentunya tentang pandangan Capres Anies Baswedan tentang IKN dalam acara 'Desak Anies' di Mataram pada Selasa (19/12/2023).
Capres Anies Baswedan sinis karena nasib para guru kalah oleh pembangunan kota baru.
Khusus untuk profesi Guru Honorer yang memang sangat menyedihkan nasibnya dan hingga kini tidak ada solusi konkrit dari pemerintah.
Anggaran yang luar biasa besar telah disiapkan oleh pemerintah untuk proyek hebat yaitu IKN. Capres Anies Baswedan pun ikut berkomentar mengenai hal ini.
" Kita miris sebenarnya ini melihat anggaran tidak ada untuk guru honorer, di sisi lain kita alokasikan begitu besar untuk kota baru. Itu yang saya sampaikan di mana letak prioritas kebutuhan kita,” ujar Anies.
Pemerintahan saat ini dipertanyakan atas prioritas anggaran yang tidak memperhatikan nasib para guru honorer.
Baca Juga: Usai Resmi Mendapatkan Dukungan Dari Jusuf Kalla, Anies: Kami Merasa Sangat Terhormat
Salah seorang guru honorer, Musmulyadi, mengungkapkan betapa minimnya gaji yang mereka terima, hanya Rp600.000 setiap tiga bulan.
Hal ini menggambarkan betapa sulitnya kehidupan mereka yang harus mengandalkan gaji yang tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Capres Anies Baswedan kemudian menyoroti alokasi anggaran yang besar untuk membangun kota baru, sementara guru honorer terus terpinggirkan.
Dalam hal ini, Anies merasa prihatin dan mempertanyakan prioritas pemerintah dalam memenuhi kebutuhan mendasar seperti pendidikan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nolmeter.com
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap
Penguasa Dinilai Sengaja Ciptakan Kekacauan demi Korupsi dan Manipulasi, Guru Besar UII: Hukum Tak Lagi Tegakkan Ketertiban
Mahfud MD Peringatkan Bahaya Autocratic Legalism dalam Diskusi Publik di UII
Wakil Bupati Bone Temui Pedagang Pasar Palakka, Bahas Pelunasan Kios hingga Sertifikat HGB