Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok orang menempelkan stiker di sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Dhoho, Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi viral di media sosial. Organisasi yang tampak dalam rekaman tersebut adalah Yakuza Maneges, dan pendirinya, Den Gus Thuba, angkat bicara untuk memberikan klarifikasi.
Dalam video yang beredar, anggota organisasi itu tampak mendatangi lapak-lapak PKL di sepanjang pusat kota Kediri. Mereka menyapa para pedagang, berbincang santai, lalu menempelkan stiker organisasi di lapak maupun gerobak dagangan. Aksi ini memicu beragam spekulasi di kalangan warganet, termasuk dugaan adanya praktik pungutan liar.
Gus Thuba menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni dilakukan sebagai sarana perkenalan dan mempererat tali silaturahmi dengan para pedagang. Ia membantah keras tuduhan bahwa aksi itu merupakan bentuk pungli.
“Tujuan utamanya sebagai perkenalan dan bentuk silaturahmi antara Yakuza Maneges dengan para pedagang kaki lima yang sedang berjualan. Selain itu, Jalan Dhoho merupakan ikon Kota Kediri, mengingat Yakuza Maneges terpusat di Kediri,” ujar Gus Thuba, Kamis (21/5/2026).
Ia memastikan tidak ada paksaan maupun sanksi bagi pedagang yang menolak lapaknya ditempeli stiker. Menurutnya, pemasangan stiker tersebut hanya sebagai bagian dari branding kawasan Jalan Dhoho yang menjadi jantung Kota Kediri. Melalui organisasi ini, ia berharap Yakuza Maneges bisa menjadi wadah komunikasi dan interaksi positif bagi para pedagang kecil di kota tersebut.
“Bukan tentang penarikan (uang), justru Yakuza Maneges akan mengadakan giat sosial, seperti bagi sembako dan sebagainya, untuk seluruh pedagang di Jalan Dhoho,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap
Penguasa Dinilai Sengaja Ciptakan Kekacauan demi Korupsi dan Manipulasi, Guru Besar UII: Hukum Tak Lagi Tegakkan Ketertiban
Sopir Baru di Kelapa Gading Diduga Perkosa Dua ART Saat Majikan Pergi
Pelatih Persib Larang Pemain Bahas Konvoi Juara Demi Fokus Hadapi Persijap