Pekerja Pabrik di Tangerang Tewas Tertindas Ban Truk Saat Istirahat

- Minggu, 05 April 2026 | 12:10 WIB
Pekerja Pabrik di Tangerang Tewas Tertindas Ban Truk Saat Istirahat

Seorang pekerja pabrik di Tangerang, Banten, meninggal dunia dengan tragis. Ia terlindas ban truk kontainer saat sedang beristirahat. Peristiwa ini terjadi Jumat lalu, tepatnya sekitar pukul setengah dua siang.

Menurut keterangan polisi, korban yang berinisial IB itu sedang menunggu proses bongkar muat jagung di sebuah gudang. Bersama beberapa rekannya, ia memanfaatkan waktu istirahat. Cuaca yang terik mungkin membuatnya mencari tempat teduh. Sayangnya, ia memilih untuk berbaring di kolong truk.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan kronologinya.

"Korban tertidur di bawah mobil kontainer. Kepalanya sejajar dengan kendaraan, sementara badan dan kakinya ada di samping," ujar Hutapea, Minggu (5/4).

Ia menambahkan,

"Setelah kendaraan bergerak, rekan kerja yang menyadari kejadian tersebut langsung memberitahukan kepada sopir. Sopir segera menghentikan kendaraan. Namun, korban telah meninggal dunia, diduga akibat terlindas ban."

Rupanya, sang sopir menyalakan mesin truk tanpa menyadari ada orang yang masih tidur di bawahnya. Begitu truk bergerak maju, nahas sudah terjadi. Jeritan rekan-rekannya pun terlambat.

Korban dinyatakan tewas di tempat kejadian. Tim Reskrim Polsek Cisoka langsung bergerak untuk melakukan olah TKP. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi mengimbau, lewat insiden memilukan ini, agar para pekerja di area operasional kendaraan berat selalu waspada. Keselamatan kerja harus jadi prioritas utama. Ruang istirahat pun harus dipilih yang benar-benar aman, jauh dari zona bahaya kendaraan yang bisa bergerak kapan saja.

Nyawa lagi yang melayang karena satu momen lengah. Kejadian di Cisoka ini mestinya jadi peringatan keras untuk semua.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar