Kejadian tragis merenggut nyawa empat orang pekerja proyek di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Tak hanya itu, tiga rekan mereka juga mengalami sesak napas. Dugaan sementara, gas beracun di dalam tempat penampungan air jadi penyebabnya.
Menurut Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, semua berawal dari instruksi sang mandor. Pekerja diminta menguras gelonteng sebutan untuk penampung air bersih di lantai dasar. Nah, saat tutup tangki itu dibongkar, salah seorang pekerja malah tercebur ke dalam lubang yang dalam.
"Pada saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang gelonteng,"
kata Nurma, menerangkan kejadian yang dikutip Sabtu (4/4/2026).
Melihat rekannya terjatuh, seorang teman berusaha menolong. Sayangnya, dia turun tanpa perlengkapan keselamatan apa pun. Alih-alih menyelamatkan, dia sendiri ikut terjerumus ke dalam lubang yang sama. Situasinya jadi runyam.
"Sempat ditolong oleh rekan kerjanya tapi tidak menggunakan perlengkapan safety. Rekan kerja korban ikut terjatuh ke dalam gelonteng,"
sambungnya.
Mandor yang panik lantas berteriak minta tolong. Beberapa pekerja lain pun bergegas membantu evakuasi. Tapi suasana di sekitar gelonteng ternyata tidak biasa. Udara terasa panas dan pengap, seperti ada sesuatu yang tidak beres.
Artikel Terkait
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris
Min Aung Hlaing Resmi Dilantik sebagai Presiden Myanmar Setelah Lima Tahun Berkuasa
Iran Lancarkan Serangan Rudal Besar-besaran, Hantam Israel dari Negev hingga Tel Aviv