Jadi, kerja samanya nanti akan mencakup dua aspek utama: kajian teknis dan non-teknis. Tujuannya jelas, agar penerapan teknologi rendah karbon ini bisa benar-benar terwujud dan berdampak.
Di sisi lain, sinergi Pertamina dan POSCO ini diharapkan bisa memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Terutama dalam upaya bersama memangkas emisi karbon dan mendukung target Net Zero Emission pemerintah.
Sebagai perusahaan pelopor transisi energi, Pertamina memang punya komitmen kuat. Mereka menargetkan Net Zero Emission pada 2060 dan berusaha menyelaraskan setiap program dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Semua upaya ini merupakan bagian dari transformasi besar Pertamina yang berorientasi pada tata kelola yang baik, pelayanan publik, serta tentu saja, keberlanjutan usaha dan lingkungan.
Prinsip-prinsip ESG Environmental, Social, & Governance diterapkan di semua lini bisnisnya. Dan semua ini dilakukan dengan berkoordinasi penuh.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini
MA Rilis 24 Kaidah Hukum Baru Pedoman Pengadilan Se-Indonesia
Gempa M7,3 di Manado-Bitung, Operasional PLTP Lahendong Tetap Stabil
Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar untuk Temukan Pilot AS yang Jatuh di Wilayahnya