Upaya relokasi ini rupanya tidak berhenti di Senen. Menteri mengisyaratkan program serupa akan menyusul di titik-titik lain. Bahkan, dirinya bersama Kepala BP BUMN berencana meninjau langsung lahan milik PT KAI di daerah Tanah Abang dan Kampung Bandan minggu depan.
Di sisi lain, Kepala BP BUMN Dony Oskaria memastikan proses pembangunan sudah bergulir sesuai janji. Ia tak main-main, dengan menurunkan ratusan pekerja dari BUMN-BUMN konstruksi ternama untuk mempercepat pengerjaan.
“Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini,” jelas Dony.
Targetnya ambisius tapi jelas: rampung pada 15 Juni 2026. Setelah itu, hunian bisa segera diserahkan kepada warga yang memang membutuhkan.
Dony juga menekankan satu hal penting. Hunian yang dibangun ini berbentuk tapak, bukan rumah susun atau rusun. Harapannya, model seperti ini lebih pas dan sesuai dengan karakter serta kebutuhan masyarakat yang direlokasi. Sebuah langkah kecil yang diharapkan membawa perubahan besar bagi kehidupan mereka.
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dianugerahi Medali PBB dan LAF Secara Anumerta
Frans Putros dan Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Persib Berpeluang Dapat Kompensasi FIFA
Mbappé Dikritik karena Minta Ban Kapten Diambil dari Kanté
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah