Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi Tetap Terbuka

- Senin, 12 Januari 2026 | 16:40 WIB
Iran Tegaskan Siap Perang, Tapi Pintu Negosiasi Tetap Terbuka

Di tengah ketegangan yang terus memanas, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan pesan yang tegas namun berlapis. Intinya sederhana: Iran tak menginginkan perang. Tapi, jangan salah sangka, mereka sepenuhnya siap untuk itu. Di sisi lain, Araghchi juga membuka pintu untuk diplomasi. "Kami juga siap untuk negosiasi," katanya.

Pernyataan ini tak muncul dari ruang hampa. Ia disampaikan di hadapan para duta besar asing di Teheran, dan disiarkan langsung oleh televisi pemerintah, sebagai respons langsung terhadap komentar Presiden AS Donald Trump. Menurut Trump, kepemimpinan Iran telah menghubunginya untuk membicarakan "negosiasi".

"Republik Islam Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap untuk perang," tegas Araghchi dalam konferensi itu.

Lalu, soal dialog yang digaungkan Trump, Araghchi punya syarat. "Negosiasi ini harus adil, dengan hak yang sama dan berdasarkan rasa saling menghormati," ujarnya. Sebuah prinsip yang kerap digaungkan Teheran dalam setiap pembicaraan internasional.

Trump sendiri mengungkapkan hal itu kepada awak media di dalam Air Force One, Minggu lalu. "Para pemimpin Iran menelepon kemarin," ucapnya. "Pertemuan sedang diatur... Mereka ingin bernegosiasi."

Namun begitu, nada Trump tetap tak menentu. Di balik kabar baik soal telepon itu, ancaman masih menggantung. Presiden AS itu menambahkan, "kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan." Sebuah pernyataan yang justru membuat situasi makin keruh, menunjukkan bahwa jalan menuju meja perundingan masih penuh dengan ketidakpastian dan kemungkinan eskalasi.

Latar belakang semua ini adalah gelombang unjuk rasa yang melanda Iran, di mana Trump berulang kali mengancam akan turun tangan militer jika demonstran dibunuh. Laporan korban tewas yang meningkat sepertinya memicu dinamika baru, mendorong munculnya sinyal-sinyal diplomatik di antara saling-silang ancaman.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar