Di tengah ketegangan yang terus memanas, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan pesan yang tegas namun berlapis. Intinya sederhana: Iran tak menginginkan perang. Tapi, jangan salah sangka, mereka sepenuhnya siap untuk itu. Di sisi lain, Araghchi juga membuka pintu untuk diplomasi. "Kami juga siap untuk negosiasi," katanya.
Pernyataan ini tak muncul dari ruang hampa. Ia disampaikan di hadapan para duta besar asing di Teheran, dan disiarkan langsung oleh televisi pemerintah, sebagai respons langsung terhadap komentar Presiden AS Donald Trump. Menurut Trump, kepemimpinan Iran telah menghubunginya untuk membicarakan "negosiasi".
"Republik Islam Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap untuk perang," tegas Araghchi dalam konferensi itu.
Lalu, soal dialog yang digaungkan Trump, Araghchi punya syarat. "Negosiasi ini harus adil, dengan hak yang sama dan berdasarkan rasa saling menghormati," ujarnya. Sebuah prinsip yang kerap digaungkan Teheran dalam setiap pembicaraan internasional.
Artikel Terkait
Masjid Jami Koba: Saksi Bisu Sejarah di Balik Renovasi Megah
Jadwal Imsak dan Waktu Salat untuk Jayapura Hari Ini, 27 Februari 2026
Donny Warmerdam Akhirnya Kembali Bermain Setelah Cedera 6 Bulan
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Laut di Maluku Barat Daya