Trump sendiri mengungkapkan hal itu kepada awak media di dalam Air Force One, Minggu lalu. "Para pemimpin Iran menelepon kemarin," ucapnya. "Pertemuan sedang diatur... Mereka ingin bernegosiasi."
Namun begitu, nada Trump tetap tak menentu. Di balik kabar baik soal telepon itu, ancaman masih menggantung. Presiden AS itu menambahkan, "kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan." Sebuah pernyataan yang justru membuat situasi makin keruh, menunjukkan bahwa jalan menuju meja perundingan masih penuh dengan ketidakpastian dan kemungkinan eskalasi.
Latar belakang semua ini adalah gelombang unjuk rasa yang melanda Iran, di mana Trump berulang kali mengancam akan turun tangan militer jika demonstran dibunuh. Laporan korban tewas yang meningkat sepertinya memicu dinamika baru, mendorong munculnya sinyal-sinyal diplomatik di antara saling-silang ancaman.
Artikel Terkait
Prabowo Pilih Bermalam di IKN Usai Agenda Haru di Kalimantan
Bus Transjakarta Tabrak Tiang Listrik di Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka
SBY Tegaskan di Puncak Natal Demokrat: Mataharinya Hanya Satu, AHY
Serang Bergerak Cepat: Dapur Umum hingga Bantuan Perbaikan Rumah untuk Warga Terdampak Banjir