Yang menarik, kerja sama ini juga menyentuh ranah masa depan: ekonomi digital dan pengembangan kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini jelas ditujukan untuk mengasah ketajaman daya saing industri nasional di era digital.
Bagaimana dengan Jepang? Komitmen dari Negeri Sakura bahkan lebih besar, yakni US$23,6 miliar atau setara Rp401 triliun. Kerja sama dengan Jepang menjajaki beberapa sektor kunci.
Energi dan transisi energi tetap jadi prioritas, dengan fokus pada pengembangan migas di Proyek Masela. Hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri juga digenjot. Ada pula kolaborasi di sektor keuangan, lewat sinergi antara Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Pegadaian, yang diperkuat dengan keterlibatan JETRO.
Tak ketinggalan, sektor industri kreatif dan manufaktur turut menjadi fokus. Semua ini diarahkan untuk membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Kunjungan Bapak Presiden ke kedua negara Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun,” tegas Airlangga menutup penjelasannya.
Kunjungan singkat itu telah menorehkan angka yang tak kecil. Sekarang, tinggal menunggu realisasinya di lapangan.
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dianugerahi Medali PBB dan LAF Secara Anumerta
Frans Putros dan Irak Lolos ke Piala Dunia 2026, Persib Berpeluang Dapat Kompensasi FIFA
Mbappé Dikritik karena Minta Ban Kapten Diambil dari Kanté
Laporan: Serangan Iran Timbulkan Kerugian Miliaran Dolar bagi Aset Militer AS di Timur Tengah