Sekjen DPR, Indra Iskandar, mengonfirmasi langkah ini. Menurutnya, pembahasan soal skema penghematan sudah digulirkan sejak pekan lalu.
"Penggunaan energi di area gedung akan kita perketat," tegasnya.
Indra juga menyebut pihaknya sedang menyiapkan skema yang lebih ketat: pemadaman listrik total pada malam hari jika tak ada agenda persidangan. "Maksimum jam delapan malam akan dimatikan. Soalnya, belum semua gedung pakai sistem otomatis, jadi masih manual semua. Nah, ruang rapat yang tidak dipakai itu listrik, AC, lampunya juga akan kita matikan," jelas Indra kepada para wartawan.
Jadi, inilah wajah baru Gedung DPR di kala senja: lebih hemat, lebih gelap, dan mungkin, lebih bijak dalam menyikapi situasi negara.
Artikel Terkait
Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Serangan Mematikan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon
TNI Berikan Santunan Lebih dari Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Justin Hubner Tak Tahu Soal Polemik Paspor yang Seret Rekan Setimnasnya