Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan ternyata membuahkan hasil yang cukup konkret. Di Istana Cheong Wa Dae, atau yang lebih dikenal sebagai Blue House, Prabowo bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Pertemuan pada Rabu (1/4/2026) itu bukan sekadar seremonial belaka. Kedua pemimpin menyaksikan langsung pertukaran sepuluh nota kesepahaman, atau MoU, yang menjangkau berbagai sektor prioritas.
Dari ekonomi, energi bersih, sampai ke ranah digital dan kesehatan semuanya tercakup. Ini jelas sebuah langkah maju.
Menurut sejumlah saksi yang hadir, pertukaran dokumen itu berlangsung khidmat namun penuh harapan. MoU-MoU tersebut menjadi bukti nyata bahwa kemitraan strategis Indonesia dan Korea bukan lagi wacana. Keduanya serius membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan.
Lalu, apa saja poin-poin kerja sama yang ditandatangani? Ini daftar lengkapnya:
- Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Dialog Strategis Komprehensif Khusus.
- Kerja Sama Ekonomi versi 2.0 juga masuk dalam paket.
- Ada pula kolaborasi khusus untuk kemitraan mineral kritikal.
- Pengembangan sektor digital tak ketinggalan.
- Yang menarik, pemanfaatan AI untuk kesehatan dasar dan pembangunan manusia juga masuk dalam daftar.
- Energi bersih menjadi fokus lain, bersama dengan kerja sama penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS).
- Industri jasa pembangkit lepas pantai turut diperkuat.
- Tak lupa, perlindungan hak kekayaan intelektual.
- Terakhir, ada kerja sama keuangan antara Danantara dan Exim Bank of Korea.
Artikel Terkait
Bareskrim Sita 6 Kg Emas dan Rp1,4 Miliar dalam Pengembangan Kasus Pencucian Uang Tambang Ilegal
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis 31%
Polisi Buru Dua Penjambret Berpengalaman di Jelambar, Aksi Terekam CCTV
Penjualan Tiket Lebaran KAI Lampaui Kapasitas, Tembus 5 Juta Lebih