Bank QNB Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 18% dan Perbaikan NPL di 2025

- Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB
Bank QNB Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 18% dan Perbaikan NPL di 2025

Namun begitu, kabar yang paling menggembirakan mungkin datang dari kualitas aset. Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto berhasil ditekan dari 2,7% menjadi 2,2%. Imbasnya, beban provisi pun berkurang, sebuah sinyal bahwa pengelolaan risiko mereka bekerja dengan efektif.

Posisi likuiditas dan permodalan juga terlihat sangat kuat. Rasio LCR dan NSFR mereka masing-masing berada di angka 119,95% dan 140,40%, jauh melampaui batas aman yang ditetapkan regulator.

Dengan semua capaian itu, laba sebelum pajak yang dibukukan sebesar Rp50,8 miliar di tahun 2025 terasa seperti sebuah titik awal. Nick Groene menyebut periode tersebut sebagai tahun transisi strategis untuk mengokohkan fundamental inti dan mengoptimalkan portofolio.

Lalu, apa rencana ke depan? Fokusnya akan pada penguatan bisnis perbankan korporasi dan institusional. Mereka juga berancang-ancang meningkatkan kapabilitas digital dan operasional. Strateginya meliputi pengembangan infrastruktur digital, memanfaatkan jaringan regional induknya (QNB Group), serta memperdalam hubungan dengan nasabah korporasi besar.

Sebagai bagian dari QNB Group yang berpengaruh di Timur Tengah dan Afrika, posisi Bank QNB Indonesia memang unik. Mereka punya peluang strategis untuk menjadi jembatan bagi pelaku bisnis Indonesia ke pasar internasional.

“Fundamental kami kuat, arah strategi juga jelas,” pungkas Nick Groene dengan nada optimistis.

“Kami yakin bisa menangkap peluang pertumbuhan, tentu saja tanpa melupakan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko.”

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar