PALEMBANG Anggaran daerah lagi-lagi jadi sorotan. Kali ini, di tengah gencarnya wacana efisiensi yang disebut-sebut mengetatkan tali kas daerah, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan justru merencanakan pengeluaran yang tak sedikit: beli mobil dinas baru. Nilainya? Bisa dibilang fantastis.
Rencana itu terpampang jelas dalam data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) untuk tahun 2026. Lewat Biro Umum, pemprov berniat menambah armada dengan empat unit kendaraan baru. Rinciannya, dua Hyundai Palisade, satu Toyota Alphard, dan satu Toyota Hilux.
Dua unit Palisade itu sendiri punya pagu anggaran hingga Rp2,71 miliar. Lalu ada satu Alphard di angka Rp1,7 miliar. Sementara untuk satu unit Hilux, anggarannya sekitar Rp527 juta.
Kalau dijumlahkan, totalnya nyaris menyentuh Rp5 miliar tepatnya Rp4,94 miliar. Sebuah angka yang tentu mengundang tanya, terutama ketika isu penghematan anggaran sedang hangat-hangatnya.
Menanggapi hal ini, Kepala BPKAD Sumsel, Yossi Hervandi, berusaha memberi konteks. Menurutnya, pengadaan seperti ini pasti melalui pertimbangan yang matang.
“Saya rasa itu sudah dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Kita juga perlu melihat dulu kondisi mobil yang ada sekarang,”
Ujarnya saat ditemui Rabu lalu.
Namun begitu, Yossi tak mau berpanjang lebar. Ia memilih untuk mengalihkan penjelasan lebih detail kepada pihak yang lebih langsung menangani.
“Terkait hal tersebut, memang lebih baik ditanyakan langsung ke Biro Umum. Pasti ada penjelasan dan pertimbangannya,”
tutupnya singkat.
Jadi, pertanyaannya kini ada di tangan Biro Umum. Di satu sisi, ada alasan teknis dan kebutuhan operasional yang mungkin mendesak. Di sisi lain, publik tentu menunggu penjelasan yang masuk akal, mengapa anggaran sebesar itu dialokasikan untuk kendaraan, di saat yang sama program efisiensi terus digaungkan. Nuansa kontras ini yang membuatnya menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Iduladha: 199 Ribu Kendaraan Masuk Jabotabek pada H+4, Naik 13,4 Persen
Presiden Prabowo Terima Wakil PM Qatar di Istana Merdeka, Perkuat Kerja Sama Strategis
KPK Tunda Pelimpahan Berkas Korupsi Kuota Haji hingga Ibadah Haji Selesai
Rupiah Menguat 76 Poin ke Rp17.805 di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Aturan Baru Devisa Ekspor