Rinciannya, dari total Rp289 miliar tadi, Rp250,3 miliar berasal dari zakat perusahaan. Sementara sisanya, Rp39,5 miliar, adalah kumpulan zakat dari para pegawai.
Nah, kalau ditarik lebih jauh, kontribusi BSI sejak berdiri tahun 2021 ternyata sudah sangat signifikan. Secara kumulatif, total zakat yang disalurkan hingga 2025 mencapai Rp1,07 triliun. Dana sebesar itu tentu jadi instrumen penting untuk mendukung berbagai program pemberdayaan.
Dana zakat tahun sebelumnya, yang besarnya Rp268,6 miliar, misalnya, telah dikucurkan melalui lebih dari 40 program. Cakupannya luas, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, sampai urusan kemanusiaan, dakwah, dan advokasi. Program-program itu sendiri diklaim telah menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Jadi, angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Ia punya wajah dan cerita di lapangan.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 10,5 Juta SPT Tahunan Dilaporkan hingga Tenggat Maret 2026
Pemprov Sumsel Rencanakan Pengadaan Mobil Dinas Baru Senilai Rp5 Miliar di Tengah Wacana Efisiensi
Setjen DPR Padamkan Lampu Koridor dan Ruang Rapat untuk Efisiensi Anggaran
Mirae Asset Proyeksikan Inflasi Maret 2026 Turun, Waspadai Risiko Geopolitik