Polda Sulut Kerahkan Ratusan Personel Tangani Duka Banjir Bandang Sitaro

- Selasa, 06 Januari 2026 | 20:15 WIB
Polda Sulut Kerahkan Ratusan Personel Tangani Duka Banjir Bandang Sitaro

MANADO Bencana datang tanpa permisi. Banjir bandang yang menyapu Pulau Siau di Kabupaten Kepulauan Sitaro awal Januari ini meninggalkan duka dan kerusakan parah. Menanggapi situasi itu, Polda Sulawesi Utara tak tinggal diam. Mereka segera mengerahkan ratusan personelnya untuk turun langsung membantu proses penanganan di lokasi terdampak.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, menegaskan komitmen itu. Dari Manado, Selasa (6/1/2026), ia menyatakan pasukan telah dikirim untuk mempercepat penanggulangan bencana.

“Polda Sulut mengirimkan pasukan ke Kabupaten Kepulauan Sitaro untuk membantu penanganan dampak bencana banjir bandang,” ujar Alamsyah.

Mobilisasi besar-besaran ini sudah dimulai sejak Senin sore. Sebanyak 204 personel gabungan, berangkat dari Manado dan Bitung, menempuh perjalanan laut menuju kepulauan yang dilanda musibah. Mereka berasal dari beragam satuan: Brimob, Samapta, Polair, ditambah tim Dokkes dan Humas.

Di Sitaro, mereka nantinya akan bergabung dengan rekan-rekan dari Polres setempat. Kerja sama dengan pemda, instansi lain, dan tentu saja warga masyarakat, menjadi kunci. Menurut Alamsyah, tugas yang menanti sangat beragam dan mendesak.

Mulai dari evakuasi warga yang masih terisolasi, pencarian korban hilang, sampai menyalurkan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan. Tak cuma itu, pemulihan infrastruktur yang rusak dan pelayanan kesehatan bagi korban juga jadi prioritas.

“Kami siap membantu masyarakat Sitaro yang terdampak banjir bandang. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memulihkan kondisi Sitaro,” tegasnya lagi.

Dampak banjir bandang tanggal 5 Januari itu memang serius. Data sementara mencatat, setidaknya 16 orang meninggal dunia. Korban luka-luka berjatuhan. Puluhan rumah rusak, bahkan ada yang hanyut diterjang arus deras.

Yang menarik, markas Polres Kepulauan Sitaro sendiri ikut terdampak dan mengalami kerusakan. Ini menunjukkan betapa besarnya kekuatan banjir yang melanda.

Nah, di tengah situasi seperti ini, Polda Sulut memastikan bantuannya bukan sekadar seremonial. Mereka berjanji akan terus terlibat aktif sampai kondisi di Sitaro benar-benar pulih dan kehidupan warga bisa berjalan normal kembali. Perjalanan mungkin masih panjang, tapi upaya bersama jelas sudah dimulai.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar