“Material yang meledak di bawah kendaraan diduga merupakan bom rakitan,” ujarnya dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa.
Lacroix menegaskan, investigasi masih berjalan untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya. “UNIFIL sedang melakukan investigasi untuk menentukan keadaan dari perkembangan yang tercela ini,” tambahnya.
Merespons keras tuduhan Israel, juru bicara UNIFIL Kandice Ardiel tak tinggal diam. Dia meminta Israel tidak sekadar menuding.
“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti kepada tim penyelidik kami,” kata Ardiel. Permintaan itu sederhana: tunjukkan bukti konkret jika memang punya.
Sementara itu, di Lebanon Selatan, suasana tetap mencekam. Para pasukan penjaga perdamaian harus bekerja di tengah medan yang semakin berbahaya, terjepit di antara dua kubu yang saling berseteru.
Artikel Terkait
Pemerintah dan BUMN Bangun 800 Rusun di Senen dan Tanah Abang untuk Warga Bantaran Rel
Indonesia Desak Investigasi PBB Usai Insiden Tewaskan Prajurit Perdamaian di Lebanon
Rismon Sianipar Pilih Restorative Justice, Pisah Jalan dari Roy Suryo dan Dokter Tifa
Ekspor Mesin Listrik dan Panel Surya Pacu Pertumbuhan Dagang Indonesia-AS