Pemerintah Dorong WFH Satu Hari per Minggu, Sektor Vital Dikecualikan

- Rabu, 01 April 2026 | 14:20 WIB
Pemerintah Dorong WFH Satu Hari per Minggu, Sektor Vital Dikecualikan

Pemerintah punya rencana baru: mendorong kerja dari rumah atau WFH satu hari per minggu. Ini berlaku untuk pekerja di sektor swasta, BUMN, dan BUMD. Tapi jangan salah, kebijakan ini nggak bisa diterapkan secara seragam. Ada banyak sektor yang justru harus tetap hadir secara fisik, terutama yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Menurut Menaker Yassierli, pengecualian ini penting agar layanan publik dan operasional industri yang vital nggak sampai terganggu.

"Pelaksanaan WFH dapat dikecualikan untuk sektor tertentu yang memang memerlukan kehadiran fisik, baik untuk pelayanan maupun operasional," tegasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Lalu, sektor apa saja yang dikecualikan? Daftarnya cukup panjang. Pertama, tentu saja sektor kesehatan. Rumah sakit, klinik, tenaga medis, dan apotek harus tetap buka. Begitu juga dengan sektor energi penyediaan BBM, gas, dan listrik harus jalan terus. Bayangkan kalau sampai berhenti, pasti bakal kacau.

Di sisi lain, sektor infrastruktur dan pelayanan dasar juga nggak bisa ikut WFH. Pekerja di jalan tol, pengelola air bersih, dan petugas pengangkut sampah harus tetap berada di lapangan. Hal serupa berlaku untuk ritel dan perdagangan bahan pokok; pasar tradisional sampai pusat perbelanjaan tetap harus berdenyut.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar