Drone Ukraina Ditemukan di Danau Finlandia, Diledakkan karena Diduga Bawa Hulu Ledak

- Rabu, 01 April 2026 | 23:50 WIB
Drone Ukraina Ditemukan di Danau Finlandia, Diledakkan karena Diduga Bawa Hulu Ledak

Sebuah danau beku di Parikkala, Finlandia timur, menjadi lokasi penemuan tak biasa. Di atas es Danau Pyhäjärvi, pihak berwenang menemukan satu unit drone. Lokasinya tak jauh dari perbatasan dengan Rusia. Setelah diperiksa, otoritas Finlandia mengonfirmasi bahwa pesawat tak berawak itu berasal dari Ukraina.

Penjaga Perbatasan Finlandia merilis pernyataan resmi mengenai temuan itu.

"Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, jelas bahwa pesawat tersebut berasal dari Ukraina dan mungkin terkait dengan serangkaian peristiwa yang sama yang telah diamati di Finlandia baru-baru ini," bunyi pernyataan mereka, seperti dilaporkan AFP, Rabu (1/4/2026).

Drone asing itu terdeteksi pada Selasa (31/3). Menariknya, insiden ini terjadi hanya dua hari setelah dua drone lain dilaporkan tersesat dan jatuh di wilayah Finlandia selatan. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas. Mereka meledakkan drone di danau itu dengan ledakan terkontrol pada hari Rabu. Alasannya, ada kecurigaan kuat bahwa perangkat itu membawa hulu ledak.

"Pesawat tersebut telah dinetralisir," ujar polisi. Untungnya, operasi itu berjalan lancar tanpa menimbulkan korban luka maupun kerusakan properti.

Menurut penyelidikan awal Penjaga Perbatasan, drone itu kemungkinan memasuki wilayah udara Finlandia antara tanggal 30 dan 31 Maret. Ini bukan kali pertama. Pejabat sudah mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua drone yang jatuh pada Minggu (29/3) juga milik Ukraina. Menanggapi hal itu, Kyiv pun telah meminta maaf.

Namun begitu, pihak Ukraina punya penjelasan. Mereka menyebutkan bahwa drone-drone tersebut kemungkinan besar menyimpang dari jalur penerbangan akibat adanya campur tangan atau gangguan dari Rusia.

Narasi itu cukup masuk akal melihat konteksnya. Pekan lalu, Kyiv diketahui menyerang fasilitas pelanggan di pantai Rusia yang menghadap Teluk Finlandia menggunakan drone. Serangkaian insiden ini jelas menimbulkan ketegangan di kawasan.

Di sisi lain, pemerintah Finlandia berusaha menenangkan situasi. Perdana Menteri Petteri Orpo pada Selasa (31/3) menekankan bahwa tidak ada ancaman militer langsung terhadap negaranya. Ia juga menyebut bahwa Finlandia telah melakukan komunikasi dengan pihak Ukraina terkait kejadian-kejadian ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar