Kalau dipikir-pikir, tren platform media sosial berbayar sebenarnya sudah jalan. Snapchat dan X (dulu Twitter) sudah lebih dulu menawarkan layanan premium sejak beberapa tahun silam.
Bahkan, Snap perusahaan induk Snapchat baru saja mengumumkan angka yang cukup mencengangkan. Mereka punya lebih dari 25 juta pelanggan premium dan mengejar target pendapatan tahunan sampai 1 miliar dolar AS. Fantastis, kan?
Di sisi lain, kreator konten di Instagram sebenarnya sudah punya opsi monetisasi sendiri. Mereka bisa mengenakan biaya pada pengikut untuk mengakses konten eksklusif. Jadi, langkah Meta kali ini seperti memperluas pilihan, bukan hanya untuk kreator, tapi juga untuk pengguna biasa yang menginginkan fitur tambahan.
Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja hasil uji coba ini. Apakah bakal diluncurkan secara global, atau justru dihentikan di tengah jalan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya: Belum Ada Indikasi Keterlibatan Sipil dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026
Kepala BGN Tegaskan Anggaran 2026 Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Harga BBM Non-Subsidi di Jakarta Masih Stabil, Tak Ada Kenaikan