Kondisi di Lebanon dinilai sudah tidak aman. Hal ini memicu desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat agar pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan perdamaian TNI yang bertugas di sana. Desakan itu muncul menyusul serangan rudal Israel yang menewaskan tiga prajurit Indonesia dan melukai beberapa lainnya dalam dua hari terakhir.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, secara tegas menyuarakan kekhawatirannya. Menurutnya, keselamatan personel harus jadi prioritas utama ketika medan misi sudah berubah menjadi zona perang.
"Bilamana kondisinya ini memang tidak bisa dinyatakan aman, ada baiknya untuk pemerintah melakukan penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon," ujar Dave, Selasa lalu.
Dia tak sendirian dalam langkah ini. Italia, salah satu negara kontributor pasukan, juga dikabarkan telah menyiapkan rencana penarikan personelnya. Dave melihat ini sebagai preseden yang patut dipertimbangkan serius oleh Jakarta.
"Saya juga sempat baca tadi katanya ada salah satu negara Eropa Barat, Italia tepatnya, menyampaikan siap menarik personilnya dari sana. Maka itu apakah kita harus mengambil hal tersebut, nah tentu harus ada pertimbangan dan juga harus ada komunikasi," tambahnya.
Intinya sederhana: langkah itu dibutuhkan untuk melindungi nyawa prajurit. Meski PBB telah menyampaikan belasungkawa dan mengutuk serangan tersebut, Dave berpendapat Indonesia perlu tindak lanjut yang lebih konkret. Sikap tegas diperlukan, bukan sekadar pernyataan.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya: Belum Ada Indikasi Keterlibatan Sipil dalam Kasus Penyiraman Andrie Yunus
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026
Kepala BGN Tegaskan Anggaran 2026 Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Instagram Uji Coba Fitur Berlangganan untuk Tonton Stories Diam-diam