Di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa lalu, Irawan Prakoso mengungkapkan kekesalannya. Lima mobil mewah miliknya, katanya, turut disita Kejaksaan Agung. Penyitaan ini terkait kasus korupsi tata kelola minyak mentah yang menjerat rekan bisnisnya, Riza Chalid.
Namun begitu, Irawan bersikeras. Aset-aset itu, tegasnya, murni hasil jerih payahnya sendiri.
"Ya betul, itu ada aset saya yang disita," ujar Irawan.
"Tapi mobil-mobil itu adalah hasil kerja keras saya, hasil keringat saya sendiri. Ya kan, tidak ada keterkaitannya sama sekali dengan Muhammad Riza Chalid gitu. Jadi mudah-mudahan ya mobil itu bisa dikembalikan kembali ke saya."
Dia berharap kelima mobil tersebut segera dikembalikan. Meski begitu, rincian seperti merek atau model mobil-mobil mewah itu tak disebutkannya sama sekali. "Punya saya, punya saya pribadi. Ada lima," tuturnya singkat.
Memang, Irawan tak menyangkal pernah menjalin hubungan bisnis dengan Riza. Tapi di sisi lain, dia membantah keras pernah bertindak atas nama Riza atau anaknya, Kerry Adrianto Riza. Desakan-desakan kepada terdakwa dalam kasus minyak mentah itu, klaimnya, bukanlah perintah dari mereka.
Nada suaranya terdengar kesal bercampur harap. Ia seperti ingin memisahkan dua hal: urusan bisnis yang sudah lalu, dengan harta benda yang ia anggap buah usahanya sendiri.
Artikel Terkait
AS Beri Lima Syarat ke Iran untuk Kesepakatan Baru, Termasuk Pembatasan Nuklir dan Penolakan Kompensasi
Jemaah Haji Apresiasi Layanan Mecca Route: Proses Imigrasi Rampung di Indonesia
Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026, BNI Apresiasi Kebangkitan Bulu Tangkis Indonesia
PBNU Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026, Sejalan dengan Keputusan Pemerintah