Jemaah Haji Apresiasi Layanan Mecca Route: Proses Imigrasi Rampung di Indonesia

- Minggu, 17 Mei 2026 | 19:40 WIB
Jemaah Haji Apresiasi Layanan Mecca Route: Proses Imigrasi Rampung di Indonesia

Calon jemaah haji yang diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan kemudahan berkat layanan Mecca Route, sebuah fasilitas yang memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi selesai di Indonesia. Layanan ini mendapat apresiasi karena jemaah tidak perlu lagi mengurus dokumen keimigrasian setelah tiba di Tanah Suci.

Mecca Route, yang juga dikenal dengan istilah Fast Track, merupakan terobosan berupa pemindahan proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi ke bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan skema ini, jemaah haji dapat langsung menuju tempat ibadah begitu mendarat di Arab Saudi tanpa harus melalui antrean panjang di bandara setempat.

Salah seorang jemaah asal Jawa Barat, Agung Pribadi (57), mengungkapkan bahwa layanan ini membuat perjalanan ibadahnya jauh lebih praktis. Menurut dia, calon jemaah bisa langsung beribadah tanpa hambatan administratif begitu tiba di Mekah.

“Begitu kami datang ke bandara untuk berangkat, sampai di Jeddah sudah langsung diarahkan dari embarkasi ke hotel, lalu kami bisa langsung ibadah. Itu suatu terobosan yang bagi kami sangat baik,” kata Agung kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (17/5/2026).

Agung menjelaskan, kehadiran petugas imigrasi Saudi di Indonesia menjadi kunci utama kemudahan ini. Proses pemeriksaan paspor dan dokumen perjalanan yang biasanya dilakukan di Arab Saudi kini telah rampung sebelum jemaah meninggalkan tanah air.

“Kami tadi sudah mendapatkan pelayanan yang sangat baik dan cepat, di mana pemeriksaan paspor dan imigrasi sudah dilakukan di embarkasi,” jelasnya.

Pengalaman ini, kata Agung, jauh berbeda dengan cerita yang ia dengar dari kerabat dan tetangga yang pernah berhaji sebelumnya. Mereka menyebutkan bahwa Mecca Route mampu menghemat energi dan waktu yang biasanya terbuang untuk mengantre di bandara asing.

“Teman-teman yang sudah berangkat duluan dan sudah saya kontak mengatakan puas. Jadi kami tidak capek harus menunggu lagi, mungkin beberapa jam, atau menunggu koper lagi. Itu sudah disediakan langsung,” imbuh dia.

Di sisi lain, Agung berharap peningkatan layanan juga dilakukan di asrama haji. Ia menyoroti fasilitas kamar dan pelayanan penunjang lainnya yang dinilai masih perlu diperbaiki demi kenyamanan jemaah secara keseluruhan.

“Mungkin di asrama haji layanannya bisa diperbaiki, baik di kamar, fasilitas-fasilitas, ataupun masakan. Tapi itu bagi kami bukan suatu masalah besar, mungkin hanya bisa lebih dimantapkan lagi,” jelasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini