Purwokerto, Selasa lalu (31/3/2026), suasana di Pendopo Si Panji cukup hangat. Di sana, jajaran baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas baru saja dilantik untuk periode enam tahun ke depan. Tapi di balik acara seremonial itu, ada pesan serius yang disampaikan Ketua PMI Jateng, Sarwa Pramana. Intinya: Banyumas harus selalu siaga.
“Banyumas ini daerahnya rawan bencana,” kata Sarwa, tegas. Mulai dari ancaman Gunung Slamet, tanah longsor, banjir, sampai kekeringan dan kebakaran. Semuanya mengintai.
Menurutnya, posisi Banyumas juga strategis. Daerah ini bakal jadi tempat mengungsi andai misalnya tsunami menerjang Cilacap. “Bencana kan nggak kenal batas administrasi,” ujarnya. Makanya, sinergi dan kesiapan harus benar-benar dijaga.
Sarwa juga menegaskan hal prinsip. Ia mengingatkan agar kantor PMI bebas dari bendera atau atribut partai politik. “Ini penting untuk menjaga kenetralan kita,” tegasnya. Selain itu, layanan seperti Unit Donor Darah perlu diperkuat dan diperluas jangkauannya hingga ke tingkat kecamatan.
Di acara yang sama, tampak juga Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Ia sendiri adalah Ketua PMI Banyumas periode sebelumnya. Sadewo mengapresiasi kerja nyata PMI selama ini. “Setiap ada bencana, PMI selalu hadir. Bahkan sering jadi yang pertama tiba,” katanya. Itu menunjukkan jiwa pengabdian yang kuat, bukan sekadar urusan komersial.
Artikel Terkait
Sisca Saras dan NecoMe Jepang Kolaborasi Perkenalkan Hipdut ke Pasar Global
Pemerintah Tetapkan WFH bagi ASN Setiap Hari Jumat
Kejagung Hadirkan 34 Saksi dan 8 Ahli untuk Buktikan Korupsi Satelit Kemhan Rp 306 Miliar
ENHYPEN Gelar Tur Dunia BLOOD SAGA, Jakarta Dijadwalkan 2027