Bank bjb kembali menunjukkan perannya. Kali ini, mereka memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah Jawa Barat untuk sebuah program yang cukup ambisius: memperbaiki puluhan ribu rumah tidak layak huni. Fokusnya jelas, mendorong pertumbuhan ekonomi dari akar rumput, dimulai dari tempat tinggal masyarakat.
Kerja sama itu resmi dimulai Jumat lalu, 27 Maret 2026. Di Menara bank bjb, lantai tujuh, sejumlah pejabat berkumpul. Mereka menyaksikan penandatanganan perjanjian antara Satker Perumahan Jabar dan bank bjb. Tujuannya, menyalurkan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya untuk tahun anggaran 2026.
Nadya Rahmarani Akbar, mewakili pemerintah, dan Maman Rukmana dari divisi Dana & Jasa Konsumer bank bjb, yang menandatangani dokumen tersebut. Momen itu juga dihadiri sejumlah nama penting. Di antaranya, Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb, Nunung Suhartini, beserta jajarannya.
Menurut Nunung, program BSPS ini adalah instrumen penting pemerintah. Targetnya masyarakat berpenghasilan rendah, dengan pendekatan gotong royong untuk memperbaiki rumah mereka sendiri.
Sebagai bank pembangunan daerah, bank bjb merasa punya tanggung jawab mendukung program strategis macam ini. Apalagi di Jawa Barat. Kepercayaan sebagai bank penyalur pun kembali mereka dapatkan untuk tahun 2026. Ini bukan kali pertama. Mereka punya rekam jejak menyalurkan dana serupa dari tahun 2017 sampai 2022. Pengalaman itulah yang jadi modal mereka berkomitmen menyalurkan dana dengan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Nunung menegaskan harapannya.
Artikel Terkait
Indonesia dan Jepang Jajaki Kemitraan Sister Park untuk Konservasi
Indonesia dan Jepang Perkuat Kemitraan Pariwisata dengan MoC Pertama
Nadiem Soroti Penggunaan SPT Pajak Pribadi sebagai Barang Bukti di Sidang Korupsi Chromebook
Komisi Yudisial Buka Pendaftaran 14 Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc